Dr. Misrinadi Gaungkan Gerakan Selamatkan Anak Tidak Sekolah di Merangin Bersama BPMP Jambi

JAMBI281 Dilihat

MERANGIN (JAMBI), oganpost.com – Komitmen untuk menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Merangin melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Merangin . Hal tersebut terlihat dalam kegiatan Program Pengentasan Anak Tidak Sekolah (ATS) yang menghadirkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merangin, Dr. Misrinadi, sebagai pemateri bersama Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Jambi.

Dalam kegiatan tersebut, Dr. Misrinadi menegaskan pentingnya gerakan bersama dalam menyelamatkan generasi muda agar tetap memperoleh hak pendidikan. Menurutnya, persoalan ATS tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Anak-anak adalah aset masa depan daerah dan bangsa. Jangan sampai mereka kehilangan kesempatan belajar hanya karena keterbatasan ekonomi, lingkungan, maupun faktor sosial lainnya. Kita harus bergerak bersama menyelamatkan mereka,” tegas Dr. Misrinadi,.Jumat (22/05/2026).

Dr.Misrinadi menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Merangin terus melakukan berbagai langkah strategis untuk menekan angka anak putus sekolah, mulai dari pendataan secara aktif, pendekatan persuasif kepada keluarga, hingga membuka akses pendidikan formal maupun nonformal bagi anak-anak yang belum bersekolah.

“Peran Dikbud Merangin meliputi, Integrity, Data Integration, Colbaoration, dan Inovation,”katanya.

Adapun yang dimaksud dengan Integrity yang mana Dikbud Merangin, mengumpulkan data ATS baik yang DO LTM ataupun BPB, kemudian, data Integration yang mana, menarik data dari dapodik untuk melihat data siswa yang yang terindikasi DO, atau LTM diwilayah Kabupaten masing-masing. Selanjutnya, Colaboration yakni berkoordinasi dengan pihak desa/kelurahan atau OPD terkait dengan data ATS atau mengadakan pertemuan dengan operator dapodik disetiap sekolah. Dan Inovation seperti membantu dan meriset pengguna untuk akun SDM sekolah/desa serta membantu aktifasi dengan memberikan kode raferal untuk setiap desa yang ada dikabupaten tersebut.

“Kolaborasi bersama BPMP Jambi menjadi langkah penting dalam memperkuat kualitas penanganan ATS di daerah. Dengan sinergi tersebut, diharapkan seluruh pemangku kepentingan dapat memiliki pemahaman dan langkah yang sama dalam menghadirkan layanan pendidikan yang merata dan inklusif,”terangnya.

Dr. Misrinadi juga menekankan pentingnya peran sekolah, pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta orang tua dalam memastikan anak-anak tetap berada di bangku pendidikan. Ia meminta seluruh satuan pendidikan lebih peka terhadap kondisi peserta didik, terutama mereka yang rentan putus sekolah akibat faktor ekonomi maupun kondisi geografis.

“Kita ingin tidak ada lagi anak-anak Merangin yang tertinggal dari pendidikan. Semua harus mendapat kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita dan masa depan yang lebih baik,” ucapnya.

Melalui kegiatan tersebut, Dr. Misrinadi kembali mengajak seluruh pihak untuk menjadikan pendidikan sebagai tanggung jawab bersama demi menciptakan generasi Merangin yang cerdas, unggul, dan berdaya saing di masa depan.

Sementara itu, pihak BPMP Jambi menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten Merangin dalam mendukung program pengentasan ATS. BPMP menilai langkah aktif yang dilakukan daerah menjadi bagian penting dalam mendukung program prioritas nasional di bidang pendidikan.

Kegiatan tersebut juga menjadi wadah diskusi dan penguatan strategi bersama terkait penanganan anak tidak sekolah, termasuk membangun sistem pendataan yang akurat, pengawasan berkelanjutan, serta penguatan koordinasi antarinstansi.

Program Pengentasan Anak Tidak Sekolah sendiri merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mewujudkan pemerataan pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dengan adanya gerakan bersama antara pemerintah daerah, BPMP Jambi, sekolah, dan masyarakat, diharapkan angka ATS di Kabupaten Merangin dapat terus ditekan sehingga seluruh anak memperoleh hak pendidikan secara layak.

LAPORAN : RUDI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *