Cerminan Profesionalisme Kelola Anggaran Daerah yang Transparan, Lutra Raih Opini WTP 15 Kali: 14 Kali secara Konsekutif

SULAWESI SELATAN146 Dilihat

LUWU UTARA (SULSEL), Oganpost.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Utara (Lutra), Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam tata kelola keuangan daerah.

Kabupaten yang dipimpin Bupati Andi Abdullah Rahim ini sukses mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2025 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sulawesi Selatan di Makassar, Selasa 2 Juni 2026.

Dimana Kabupaten Lutra sukses mempertahankan opini WTP secara konsekutif sebanyak 14 kali sejak 2013-2026 secara beruntun. Untuk ke 15 kalinya berhasil meraih LKPD Tahun Anggaran 2025.

Untuk diketahui, opini WTP pertama kalu eiraih Bupati Arifin Djunaidi di tahun 2011 dan sejak 2013 hingga 2026 kembali diraih tanpa putus.

” Capaian ini menjadi catatan sejarah tersendiri bagi Bumi La Maranginang julukan Luwu Utara, karena merupakan raihan WTP ke-15 secara keseluruhan, sekaligus menjadi rekor 14 kali berturut-turut,” sebut Andi Rahim panggilan akrab Bupati Lutra.

Ia menambahkan bahwa, capaian ini bukan kerja satu dua orang saja, melainkan buah dari komitmen kolektif seluruh apwrwtur Pemda Lutra yang terus menjaga integritas, transparansi dalam pengelolaan uang rakyat.

Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) tersebut diserahkan langsung oleh Kepala BPK RI Perwakilan Susel, kepada Bupati Andi Rahim di Kantor BPK Perwakilan Sulsel.

Bupati Lutra mengungkapkan rasa syukurnya atas konsistensi pemerintah daerah dalam menyajikan laporan
keuangan yang akuntabel.

Baginya, opini WTP bukan sekadar predikat, melainkan cerminan profesionalisme dalam mengelola anggaran negara.

“Alhamdulillah, ini adalah WTP ke-15 bagi Bumi La Maranginang dan 14 kali diraih beruntun. Terima kasih kepada BPK RI Perwakilan Sulselr atas bimbingan dan masukan konstruktif yang diberikan selama proses pemeriksaan,” sebutnya.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan DPRD serta seluruh pemangku kepentingan.

Ia bertekad agar tata kelola keuangan di Lutra tetap berada di jalur yang sesuai dengan regulasi perundang-undangan.

Walaupun menjadi langganan opini WTP, Andi Rahim mengingatkan seluruh jajarannya agar tidak larut dalam euforia. Pemda Lutra membuktikan bahwa keterbatasan anggaran bukanlah penghalang untuk menyajikan tata kelola pemerintahan yang transparan, bersih, akuntable dan dapat dipercaya publik.

Laporan : Ega/Yustus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *