CUSS Hadir di Tengah Duka, Serahkan Santunan Rp10 Juta untuk Keluarga Almarhum Pendeta di Lutra

Luwu Utara (SULSEL), oganpost.com – Penyerahan Santunan Solidaritas Kedukaan Rp10 juta rupiah oleh Staf dan Komite Credit Union Sauan Sibarrung (CUSS) Tempat Pelayanan (TP) Saluampak kepada ahli waris almarhum Pdt Yusuf Res Pasa’, S.Th yang diserahkan Manager TP Saluampak Gusty Walesa Pasa’ti, S.Psi.

Penyerahan dana solidaritas kedukaan kepada almarhum Pdt. Yusuf Res Pasa’, S.Th di Desa Bakka, Kecamatan Sabbang, Kabupaten Luwu Utara (Lutra), Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis 21 Mei 2026 malam.

Para Staf CUSS, Komite, Pande dan Sangayoka melayat sekaligus menyerahkan santunan solidaritas kedukaan Rp10 juta secara tunai kepada ahli waris Almarhum di rumah duka.

Credit Union Sauan Sibarrung (CUSS) ber Kantor Pusat di Mandetek Kabupaten Tana Toraja (Tator) tetap berkomitmen untuk selalu hadir dalam setiap persoalan yang dihadapi anggotanya. Kepada keluarga CUSS menyampaikan dukacita yang mendalam sekaligus permohonan maaf apabila ada pelayanan yang kurang berkenan selama ini dan semoga keluarga yang ditinggalkannya diberi ketabahan.

Sementara itu, Komite CUSS TP Saluampak Paulus Palino, ST mewakili seluruh anggota CUSS yang sudah berjumlah 60 ribu lebih mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya.

Sementara itu keluarga menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan secara langsung oleh CUSS kepada ahli waris. “Atas nama keluarga kami menyampaikan terima kasih yang berlimpah kepada CUSS, malam ini menyerahkan santunan kepada keluarga uang tunai Rp10 juta, kami merasakan kehadiran CUSS sangat meringankan duka keluarga,” sebut ahli waris.

Untuk diketahui, dana solidaritas CUSS Rp10 juta merupakan salah satu produk pelayanan kepada ahli waris dari anggotanya yang meninggal dunia.

Sekadar diketahui bahwa, Kantor Tempat Pelayanan (TP) sudah mempunyai 14 kantor yakni, TP Pare-Pare, Mengkendek, Makale, Sangalla, Rembon, Rantetayo, Sanggalangi, Rantepao, Deri, Padang Sappa, Palopo, Saluampak, Bone-Bone dan TP Rantetiku.

LAPORAN : Ega/Yustus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *