SULSEL, Oganpost.com – Pelatihan jurnalistik yang diadakan oleh Credit Union Sauan Sibarrung (CUSS) tidak hanya menjadi ajang pembelajaran bagi Pimpinan Manajemen, Komite dan Staf Pendidikan dan Latihan (Diklat) di 14 Tempat Pelayanan (TP).
Kegiatan dilaksanakan 13 Juni 2026 dan di ikuti 54 peserta, di Aula Kantor Pusat CU Sauan Sibarrung (CUSS), di Kelurahan Mandetek, Kecamatan Makale Utara, Kabupaten Tana Toraja (Tator), Sulawesi Selatan (Sulsel).
Kegiatan ini juga sebuah langkah strategis untuk memperkuat hubungan CUSS dan masyarakat/publik. Di era informasi saat ini, kemampuan untuk menulis kegiatan (jurnalistik) menjadi sangat penting bagi Pimpinan Manajemen, Komite serta Staf Diklat untuk menyampaikan informasi secara akurat dan efektif kepada publik/pembaca.
Kegiatan ini bertujuan memberi pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam dunia jurnalistik/Menulis kegiatan, entah itu diklat edukasi dasar, diklat Financial Literasy (Kecakapan Keuangan), Pelayanan mobil keliling dan Produk Kopi CUSS serta kegiatan lainnya, sehingga mereka dapat berfungsi sebagai sumber informasi yang kredibel.
Tujuan utama pelatihan ini yakni, untuk mengedukasi peserta tentang prinsip-prinsip dasar jurnalistik, termasuk teknik penulisan berita, pengumpulan informasi, dan etika seorang jurnalistik.
Dalam sesi tersebut yang diadakan, narasumber ada Tri Alida Apriliani dari Associate Partner in Synergy Policies Communication Trainer and Stakeholder Management.
Juga ada Regina Septiarini Safri yang juga Jurnalis, Fhotografer dan Visual Storyteller.
Dalam pemaparan mereka, peserta diperkenalkan pada berbagai format berita, mulai dari berita hard news hingga feature, yang memungkinkan peserta untuk menyampaikan berbagai jenis informasi kepada masyarakat. Pengenalan ini penting karena setiap jenis berita memiliki pendekatan penulisan yang berbeda dan memerlukan teknik khusus.
Salah satu poin krusial dalam pelatihan ini adalah pembahasan mengenai pengumpulan informasi. Di era digital saat ini, akses terhadap informasi sangatlah mudah, namun verifikasi informasi menjadi tantangan besar. Pelatih pentingnya cek dan ricek dalam pengumpulan informasi sebelum disebarkan. Anggota dilatih untuk membedakan antara berita faktual dan informasi hoaks.
Mereka juga diberi wawasan tentang penggunaan sumber yang dapat dipercaya, sehingga informasi yang disampaikan kepada publik benar-benar valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam sesi praktik, narasumber mengajarkan bagaimana menyusun sebuah berita. Mereka melakukan latihan menulis berita dengan topik yang telah ditentukan, serta mendapatkan umpan balik langsung dari pelatih.
Hal ini membuat peserta lebih memahami bagaimana menyampaikan fakta dengan jelas dan menarik perhatian pembaca atau publik. Teknik penulisan yang baik, alur cerita yang jelas, serta penggunaan bahasa yang tepat menjadi fokus utama dalam sesi praktis ini.
Nah, etika jurnalistik juga menjadi bagian yang tidak kalah penting dalam pelatihan. Peserta dijelaskan tentang kode etik jurnalistik, pentingnya menjaga objektivitas, serta bagaimana menyampaikan berita bermanfaat bagi masyarakat.
Dalam konteks ini, peserta dilatih untuk selalu mempertimbangkan dampak dari setiap berita yang mereka tulis.
Pelatihan ini juga memfasilitasi diskusi interaktif antara instruktur/narasumber dan peserta.
Diskusi ini membuka ruang bagi peserta untuk berbagi pengalaman, saling belajar, dan mencari solusi atas permasalahan yang ada. Komunikasi yang baik di antara peserta dianggap penting dalam membangun sinergi, tidak hanya di internal CUSS tetapi juga dengan masyarakat dan anggota CUSS.
Dari sisi manfaatnya, pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan komunikasi peserta, tetapi juga membangun citra positif CUSS. Dengan semakin banyaknya peserta dan anggota yang terampil dalam penulisan dan penyampaian informasi, diharapkan publik/pembaca akan lebih mudah mendapatkan informasi yang akurat mengenai kegiatan Credit Union Sauan Sibarrung disetiap Tempat Pelayanan CUSS (14 TP)
Hal ini penting untuk membangun kepercayaan publik/pembaca terhadap organisasi. Di era digital yang sarat dengan informasi, kecepatan penyampaian berita juga sangat penting. Oleh karena itu, peserta juga dilatih untuk menggunakan media sosial sebagai alat komunikasi yang efektif.
Seperti penggunaan platform-platform seperti Facebook, Instagram, dan Twitter memungkinkan mereka untuk menyebarkan informasi secara cepat kepada masyarakat atau publik.
Laporan : Ega/Yustus






