Luwu Utara Siap Turunkan 2500 Guru untuk Birukan Kabupaten Sidenreng Rappang, Ada Apa Yah?

Lutra, oganpost.com – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Luwu Utara (Lutra), Sulawesi Selatan (Sulsel) diperkirakan akan menurunkan sekitar 2500 guru untuk meramaikan ajang Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) PGRI Sulsel yang dijadwalkan berlangsung awal Juli 2026 di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).

Jumlah tersebut merupakan hasil konsolidasi dan koordinasi intensif yang dilakukan pengurus PGRI Lutra bersama seluruh cabang dan ranting di wilayah tersebut.

Ketua PGRI Kabupaten Lutra, Ismaruddi kepada media ini, Senin 15 Juni 2026 mengatakan bahwa, ribuan guru tersebut akan hadir tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai pendukung bagi atlet yang berlaga.

“Diperkirakan sekitar 2500 guru anggota PGRI dari Bumi La Maranginang (Luwu Utara) akan ikut meramaikan Porsenijar. Kali ini PGRI Lutra menargetkan masuk tiga besar klasemwn akhir. Sejumlah cabang olahraga dan seni jadi andalan untuk meraih medali.

” Cabang olahraga andalan PGRI Lutra yakni, bola voli, futsal, petanque, catur dan paduan suara,” sebut Ismaruddin.

Ketua PGRI Lutra menjelaskan bahwa, keikutsertaan dalam jumlah besar ini untuk mengirimkan atlet sekaligus rombongan pendukung dalam jumlah signifikan.

Saat ini, para atlet dari Luwu Utara tengah menjalani latihan intensif sebagai bagian dari persiapan menghadapi kompetisi.

Lebih lanjut, Ismaruddin menegaskan bahwa, Porsenijar Provinsi Sulsel bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan juga menjadi ruang strategis untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas guru.

“Porsenijar di Sidrap nantinya, bukan hanya tentang perlombaan, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi, meningkatkan profesionalisme, serta menumbuhkan sportivitas dan kesehatan jasmani maupun rohani para guru,” terangnya.

Ismaruddin berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah pengembangan potensi diri para pendidik, sekaligus memperkuat solidaritas antarguru di Sulawesi Selatan.

“Kami berharap melalui kegiatan ini akan lahir guru-guru yang tidak hanya profesional, tetapi juga kreatif, sehat, serta mampu mendorong terciptanya ekosistem pendidikan yang lebih baik,” jelasnya.

Laporan : Ega/Yustus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *