Muchendi Pimpin Aksi Bersih Lingkungan, ASN, TNI, Polri, dan Warga Bergotong Royong

OKI, PEMERINTAHAN55 Dilihat

KAYUAGUNG, oganpost.com — Ribuan aparatur sipil negara (ASN), personel TNI dan Polri, pelajar, komunitas lingkungan, serta masyarakat umum bergotong royong membersihkan sejumlah titik di Kota Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Kamis, (18/6/ 2026). Aksi yang dipimpin langsung Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki itu digelar dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 sekaligus menumbuhkan budaya hidup bersih dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Sejak pukul 07.00 WIB, peserta berdatangan ke sejumlah kelurahan di dalam Kota Kayuagung dengan membawa berbagai perlengkapan kebersihan, mulai dari sapu, pengait sampah, karung, hingga kantong plastik berukuran besar. Sampah plastik, limbah rumah tangga, ranting kayu, serta sampah organik menjadi sasaran utama pembersihan.

Suasana gotong royong tampak di berbagai titik, terutama di kawasan tepian Sungai Komering. Selain memungut sampah, sejumlah peserta juga mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan.

Muchendi mengatakan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia harus dimaknai sebagai gerakan bersama untuk menjaga bumi melalui tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Menurut dia, persoalan lingkungan tidak dapat diselesaikan hanya melalui kebijakan pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Gerakan menjaga lingkungan harus dimulai dari hal-hal kecil, seperti tidak membuang sampah sembarangan dan mengurangi penggunaan plastik. Jika dilakukan bersama-sama dan terus-menerus, langkah kecil ini akan memberikan dampak besar bagi keberlanjutan lingkungan,” kata Muchendi saat membuka kegiatan.

Ia mengingatkan bahwa ancaman perubahan iklim kini bukan lagi sekadar isu masa depan. Fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung sejak akhir Juni hingga September mendatang berpotensi memicu musim kemarau yang lebih panjang dan peningkatan suhu ekstrem.

Menurut Muchendi, kondisi tersebut menjadi peringatan bagi seluruh pihak untuk semakin peduli terhadap kelestarian lingkungan.

“Kesadaran menjaga lingkungan tidak bisa ditunda. Ancaman perubahan iklim sudah kita rasakan, sehingga diperlukan tindakan nyata dari seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Sebagai upaya membangun kebiasaan hidup bersih, Pemerintah Kabupaten OKI menetapkan kegiatan bersih lingkungan secara rutin setiap Kamis yang melibatkan ASN di lingkungan pemerintah daerah. Program tersebut diharapkan mampu menumbuhkan budaya menjaga kebersihan yang kemudian menular kepada masyarakat luas.

Dalam kesempatan itu, Muchendi juga menyoroti pentingnya Sungai Komering sebagai bagian dari identitas dan sumber kehidupan masyarakat Kayuagung. Ia mengapresiasi tradisi masyarakat yang membangun rumah menghadap sungai serta berbagai upaya yang telah dilakukan untuk mengurangi aktivitas mandi, cuci, dan kakus (MCK) di sungai guna menjaga kualitas air baku.

“Kebersihan kota mencerminkan karakter masyarakatnya. Karena itu, gerakan ini tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan harus menjadi budaya yang diwariskan untuk menjaga kesehatan dan kualitas hidup generasi mendatang,” katanya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten OKI, Muktaqid, mengatakan aksi bersih lingkungan yang digelar pada hari kedua peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia itu dilaksanakan di sejumlah titik di Kota Kayuagung. ASN dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) disebar ke sejumlah kelurahan untuk membersihkan sampah sekaligus menata lingkungan sekitar.

Menurut Muktaqid, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memperkuat semangat gotong royong.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi pemicu tumbuhnya kepedulian bersama terhadap lingkungan sehingga tercipta kawasan yang bersih, sehat, dan nyaman untuk ditinggali,” katanya

(RIO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *