Narasumber Seminar Kebangsaan, Bupati Lutra Tegaskan Inklusivitas dan Kolaborasi Pentahelix

SULAWESI SELATAN423 Dilihat

LUWU UTARA (SULSEL), Oganpost.com – Bupati Luwu Utara (Lutra), Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Abdullah Rahim, berkesempatan hadir sebagai narasumber dalam Seminar Kebangsaan yang dilaksanakan Dewan Pengurus Wilayah Perkumpulan Gerakan Kebangsaan Sulawesi Selatan (DPW PGK Sulsel).

Kegiatan tersebut berlangsung di Red Corner Cafe & Resto, Jalan Yusuf Daeng Ngawing, Makassar, Sabtu 6 Juni 2026 kemarin. Seminar ini mengusung tema besar “Inklusivitas Pembangunan Daerah Berkelanjutan yang Berbasis Lokal”.

Bupati Luwu Utara, Andi Rahim yang akrab disapa membawakan materi yang bertajuk “Penguatan Kapasitas SDM yang Berwawasan Ekologi di Kabupaten Lutra”.

Andi Rahim dalam paparannya yakni, membedah secara rinci berbagai potensi berbasis sumber daya alam (SDA) yang dimiliki Kabupaten yang berjuluk Bumi La Maranginang (Luwu Utara). Pada sektor pertanian, wilayah ini mengandalkan sejumlah komoditas unggulan seperti padi, kakao, sawit, kopi, sagu, hingga durian.

Tak hanya pertanian, Bupati juga memaparkan sektor-sektor unggulan lainnya yang menjadi pilar ekonomi, seperti sektor Peternakan yang didominasi ternak unggulan, seperti sapi dan kerbau.

Selain itu, sebut Andi Rahim juga menghasilkan komoditas utama pada sektor Perikanan, berupa ikan, udang, dan rumput laut.

Di sektor Pertambangan dan Energi yang didominasi potensi emas, besi, dan galian C. Sektor Pariwisata juga menjadi perhatian Bupati dalam seminar kali ini. Menurutnya, Pemda Lutra fokus pada pengembangan wisata alam, religi, budaya, dan sport tourism.

“Kita sangat menekankan pentingnya inklusivitas dalam setiap aksi nyata untuk memperkuat SDM kita yang berwawasan ekologi,” ucapnya.

Menurut Andi Rahim, pemerintah daerah berkomitmen membangun hingga ke tingkat akar rumput agar manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat.

Untuk mewujudkan visi tersebut, Andi Rahim memaparkan 5 Pilar Pembangunan Berkelanjutan yang menjadi komitmennya yakni, SDM Unggul, Hilirisasi Komoditas, Ekonomi Hijau, Transformasi Digital, dan Tata Kelola yang Kolaboratif “Kalau kita bisa tumbuh hari ini, maka kita akan kuat di masa depan,” tegas Bupati Lutra.

Lebih lanjut orang nomor satu di Kabupaten yang dijuluki Bumi La Maranginang menjelaskan bahwa, kunci utama dari pembangunan yang inklusif adalah sinergi dan kolaborasi Pentahelix.

Model ini, sebut Andi Rahim, mengedepankan kerja-kerja kolektif yang melibatkan 5 elemen penting secara simultan yaitu, pemerintah, akademisi, pihak swasta, masyarakat, dan media/pers.

Ia mengingatkan bahwa cita-cita besar nasional tidak akan tercapai tanpa pergerakan masif dari tingkat lokal. “Indonesia Emas dimulai dari daerah. Tidak ada Indonesia Emas tanpa daerah yang maju,” ucapnya optimis.

Di akhir pemaparannya, ia merumuskan sejumlah agenda bersama yang harus segera dikawal, seperti mengurangi kesenjangan, memperkuat ekonomi lokal, memperkuat kolaborasi, menjaga kelestarian lingkungan, serta terus mendorong partisipasi aktif masyarakat.

“Inklusivitas adalah agenda kebangsaan. Pembangunan yang kuat bertumpu pada potensi lokal, dan pembangunan bermakna adalah yang dirasakan seluruh masyarakat,” pungkasnya.

Laporan : Ega/Yustus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *