SULSEL, Oganpost.com – Pendidikan Credit Union Sauan Sibarrung (CUSS) pada dasarnya dirancang untuk meningkatkan kapasitas anggota agar mereka mampu mengelola keuangan, menjalankan usaha, serta berpartisipasi aktif dalam pengembangan lembaga dan komunitas.
Pendidikan/Edukasi dalam gerakan Credit Union Sauan Sibarrung (CUSS) memegang peranan dalam membangun kesadaran anggota bahwa, kesejahteraan dapat diciptakan melalui tindakan dan keputusan finansial yang bertanggung jawab.

” Pendidikan CUSS seharusnya tidak sebatas hanya memberikan pemahaman konsep dan teknis, tetapi juga harus mampu mengubah pola pikir, membentuk perilaku baru, serta meneguhkan karakter yang mandiri dan berdaya,” sebut Anthonius Julianus staf Diklat CUSS di TP Saluampak, Jumat 26 Juni 2026.
Oleh karena itu, pendidikan CUSS pada dasarnya dirancang untuk meningkatkan kapasitas anggota agar mereka mampu mengelola keuangan, menjalankan usaha, serta berpartisipasi aktif dalam pengembangan lembaga dan komunitas.
Keberadaan CUSS umumnya dilaksanakan secara bertahap. Pada awalnya, pendidikan motivasional diberikan untuk memperkenalkan gerakan CUSS kepada masyarakat dan mengajak mereka bergabung sebagai bagian dari komunitas yang saling mendukung.
Setelah menjadi anggota,” mereka mengikuti pendidikan Literasi Keuangan/Kecakapan Keuangan yang memperkuat pemahaman tentang nilai-nilai gerakan, hak dan tanggung jawabnya, serta pengelolaan anggaran,” tambah Anthon yang akrab dipanggil.

Selanjutnya, pendidikan lanjutan diberikan untuk memperluas wawasan dan keterampilan, sehingga anggota semakin mampu berperan sebagai pelaku perubahan ekonomi dalam keluarga dan komunitasnya.
Jika tahapan pendidikan ini berjalan baik, maka akan terbentuk hubungan yang saling menguatkan antara CUSS dan anggotanya, dimana, CUSS berkembang karena anggotanya tumbuh, dan anggota bertumbuh karena CUSS hadir mendukung proses pemberdayaan anggota.
Credit Union Sauan Sibarrung (CUSS) berupaya untuk mengimplementasikan model pendidikan credit union dalam bentuk pendidikan dasar (Edukasi Dasar), pelatihan literasi keuangan, dan pelatihan kewirausahaan.
Pendidikan dasar (Edukasi Dasar) membantu anggota baru memahami prinsip dan nilai CU secara lebih mendalam. Pelatihan literasi keuangan memberikan kemampuan untuk mengatur pendapatan dan pengeluaran secara lebih bijak, sementara pelatihan kewirausahaan memperkuat kemampuan anggota dalam mengelola usaha yang mampu mendukung kesejahteraan keluarga.

Dengan ini menggunakan pendekatan ‘kualitatif’ dengan melakukan observasi kegiatan pendidikan, wawancara dengan pengurus, staf, komite, pande dan aktivis Tempat Pelayanan (TP), serta anggota yang mengikutinya. Sebagai tambahan, anggota juga dilakukan untuk menggali evaluasi mereka.
“Mayoritas anggota merasakan manfaat yang nyata dari pendidikan yang mereka ikuti. Pengetahuan baru membantu mereka mengelola keuangan lebih baik, menyusun rencana ekonomi keluarga,” jelas Anthon.
Laporan : Ega/Yustus







