OKI, oganpost.com — Polres Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, masih mendalami bentrokan antara warga Desa Jambu Ilir dan Desa Bumi Agung, Kecamatan Tanjung Lubuk, yang terjadi Kamis (15/10/2026) malam. Polisi menyebut jumlah korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut mencapai tiga orang.
Kasat Reskrim Polres OKI, AKP M. Raka Dwi Darma mengatakan, dua orang yang telah diamankan polisi masih menjalani penanganan medis karena mengalami luka di bagian kepala dan punggung.
“Dua pelaku yang kita amankan masih dalam proses penanganan medis. Kalau dari rumah sakit sudah mengeluarkan rekomendasi bahwa mereka bisa pulang, langsung kami tangani,” kata AKP Raka diruang kerjanya, Senin (19/10/2026).
Polisi belum dapat memeriksa keduanya secara maksimal karena masih menunggu kondisi medis mereka. Sementara itu, penyidik terus memanggil sejumlah saksi untuk mengungkap rangkaian kejadian dan peran masing-masing pihak.
Menurut Kasat Reskrim, perselisihan kedua kelompok diduga bermula dari aktivitas di media sosial TikTok. Saling komentar yang memicu ketidaksenangan kemudian berlanjut melalui percakapan WhatsApp hingga muncul tantangan untuk bertemu.
Kedua kelompok akhirnya sepakat bertemu di kawasan Pasar Tanjung Lubuk sekitar pukul 22.00 WIB. Pertemuan tersebut berujung bentrokan yang menimbulkan korban jiwa.
dikatakan Kasat Reskrim dalam penanganan perkara, polisi juga menemukan sejumlah barang bukti berupa pisau, parang, dan celurit di lokasi kejadian.
“Untuk pisau, kami pastikan milik salah satu pelaku. Sementara parang dan celurit masih kami dalami,” katanya.
Penyidik masih mengumpulkan keterangan untuk memastikan kepemilikan barang bukti serta penggunaannya dalam bentrokan tersebut.
Polisi juga telah meminta keterangan dari kepala desa kedua wilayah. Pemeriksaan itu dilakukan untuk membantu mengungkap peristiwa yang melibatkan warga Desa Jambu Ilir dan Desa Bumi Agung.
AKP Raka menjelaskan, salah satu korban meninggal dunia merupakan adik kandung Kepala Desa Jambu Ilir, sedangkan korban lainnya merupakan keponakannya.
Ia juga menyebut, pihak yang terlibat dalam bentrokan tersebut berasal dari dua keluarga, yakni hubungan bapak dan anak pada masing-masing pihak.
Polres OKI memastikan situasi di wilayah Kecamatan Tanjung Lubuk tetap kondusif hingga Senin (19/10/2026). Pemantauan dilakukan sejak malam kejadian hingga setelah pemakaman para korban.
Kepolisian meminta masyarakat tidak memperkeruh keadaan dan menyerahkan penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.
“Bagaimanapun, kami dari Polres OKI harus menjaga kamtibmas. Kalau ada permasalahan yang mengandung tindak pidana, silakan dilaporkan. Jangan main hakim sendiri,” tegas Akp Raka
(RIO)












