PAGAR ALAM, oganpost.com – Taman Apung Kota Pagar Alam kini bukan lagi sekadar ruang terbuka untuk menikmati suasana kota dan panorama Gunung Dempo. Kawasan yang berada di Alun-Alun Utara, Kelurahan Beringin Jaya, Kecamatan Pagar Alam Utara, itu perlahan menjelma menjadi magnet wisata kuliner sekaligus pusat perputaran ekonomi kreatif masyarakat.
Terutama pada sore hingga malam hari, kawasan Taman Apung semakin ramai didatangi masyarakat. Kalangan anak muda menjadi salah satu kelompok yang paling menggandrungi tempat ini untuk bersantai, berkumpul bersama teman, menikmati kuliner, sekaligus menghabiskan waktu di ruang publik yang nyaman.
Ramainya pengunjung tersebut tentu menjadi peluang ekonomi tersendiri bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Aktivitas jual beli yang terus bergerak membuat Taman Apung tidak hanya menawarkan hiburan dan kuliner, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk memperoleh penghasilan.
Melihat potensi tersebut, Waliko Kota Pagar Alam, Ludi Oliansyah melalui Dinas Koperasi, UMKM dan Tenaga Kerja memberikan perhatian khusus terhadap keberadaan pelaku UMKM di kawasan tersebut.
Pemkot Pagar Alam menyiapkan 11 unit gerobak dagangan sebagai sarana dan prasarana bagi pelaku UMKM yang berjualan di Taman Apung.
Ludi Oliansyah mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap pelaku UMKM sekaligus bagian dari upaya menata kawasan wisata agar semakin nyaman dan menarik.
“Kita siapkan 11 gerobak untuk pelaku UMKM di Taman Apung. Tujuannya agar mereka bisa berjualan dengan lebih layak, tertata, dan nyaman,” ujar Ludi Oliansyah, Senin (6/10/2026).
Menurut Ludi, keberadaan Taman Apung harus dimanfaatkan secara maksimal sebagai salah satu ikon wisata sekaligus ruang pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Baginya, keberadaan wisata tidak hanya berbicara mengenai jumlah pengunjung, tetapi juga bagaimana aktivitas wisata tersebut mampu memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat di sekitarnya.
“Taman Apung bukan hanya tempat wisata, tetapi juga harus menjadi pusat baru perputaran ekonomi kreatif masyarakat. Dengan sarana yang memadai, kita harapkan ada peningkatan dan pengembangan ekonomi bagi pelaku UMKM,” tegasnya.
Potensi tersebut terlihat dari semakin hidupnya aktivitas kuliner di kawasan Taman Apung. Puluhan gerai dan pedagang menawarkan berbagai pilihan makanan dan minuman dengan harga yang relatif terjangkau, sehingga menjadi salah satu alasan kawasan ini ramai dikunjungi, khususnya kalangan muda.
Perputaran transaksi di kawasan tersebut juga dinilai cukup menjanjikan bagi pelaku usaha. Ketika jumlah pengunjung meningkat, aktivitas ekonomi ikut bergerak mulai dari pedagang makanan dan minuman, pelaku usaha kreatif, hingga berbagai usaha pendukung lainnya.
Dengan kata lain, satu titik wisata mampu menciptakan mata rantai ekonomi baru.
Pemkot Pagar Alam berharap penataan melalui gerobak yang seragam dapat membuat aktivitas perdagangan menjadi lebih tertib tanpa menghilangkan karakter kreatif para pelaku UMKM.
Selain membuat kawasan terlihat lebih bersih dan indah, penataan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan pengunjung sehingga Taman Apung semakin kuat sebagai destinasi wisata kuliner pilihan masyarakat.
“Kalau UMKM maju, ekonomi masyarakat juga ikut naik,” kata Ludi.
Pemerintah Kota Pagar Alam pun memastikan dukungan terhadap UMKM tidak berhenti pada penyediaan sarana berjualan. Ke depan, berbagai program akan terus diarahkan untuk memperkuat pelaku usaha, mulai dari bantuan sarana dan prasarana, pelatihan, peningkatan kapasitas usaha hingga kemudahan akses permodalan.
Dengan geliat pengunjung yang terus tumbuh, Taman Apung kini memiliki peran ganda: menjadi wajah baru wisata kota sekaligus dapur ekonomi kreatif masyarakat.
Jika dikelola secara konsisten dan ditunjang dengan penataan yang baik, kawasan ini berpotensi menjadi salah satu episentrum ekonomi kerakyatan di Kota Pagar Alam—tempat wisatawan datang menikmati suasana, anak muda berkumpul, dan pelaku UMKM mengubah keramaian menjadi peluang usaha.(MIKO)

