Terobosan Hebat! 3 Kampus Besar Jambi Bersatu Luncurkan Program “One House One Pond” Lawan Stunting

JAMBI279 Dilihat

JAMBI, oganpost.com – Sebuah gebrakan luar biasa hadir di Kota Jambi. Tiga perguruan tinggi ternama: Universitas Batanghari (Unbari), Universitas Jambi (UNJA), dan Universitas Baiturahim (UBR), bergabung dalam satu kekuatan besar — bukan untuk bersaing, tapi untuk menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.

Kolaborasi ini melahirkan program revolusioner bernama “One House One Pond”, yang resmi diperkenalkan dalam pertemuan di Aula Kelurahan Penyengat Rendah, Kamis (18/6/2026). Inisiatif ini didanai penuh oleh Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, sebagai bagian dari Program Hilirisasi Riset Prioritas 2026.

Banyak yang bertanya, apa sebenarnya keistimewaan program ini?

Jawabannya sederhana namun brilian: bukan sekadar membuat kolam ikan biasa. “One House One Pond” adalah inovasi sosial berbasis keluarga yang menerapkan sistem akuaponik modern. Dalam satu lahan pekarangan rumah, warga bisa membudidayakan ikan sekaligus menanam sayuran secara bersamaan.

Manfaatnya berlipat ganda:
✅ Menyediakan sumber protein hewani dan gizi sehat langsung dari halaman rumah
✅ Membantu cegah dan turunkan angka stunting pada anak
✅ Memberikan edukasi kesehatan, sanitasi, dan pola hidup bersih
✅ Menghasilkan pendapatan tambahan bagi keluarga

“Program ini dirancang agar masyarakat bisa memenuhi kebutuhan gizi anak secara mandiri dan berkelanjutan. Tidak hanya bantuan sesaat, tapi kemampuan yang bisa dijalankan terus-menerus,” ungkap Dr. Eko Harianto, M.Si, Ketua Tim Peneliti dari Unbari.

Pemerintah setempat menyambut antusias langkah ini. Menurut Lurah Penyengat Rendah, Muhammad Haikal Pahlevi Rawi, kolaborasi kampus dan daerah adalah kunci jawaban atas masalah kesehatan dan kesejahteraan warga.

“Ini sangat pas dengan kebutuhan kami. Harapannya, model ini sukses di sini lalu bisa diterapkan di seluruh wilayah Jambi bahkan Indonesia,” ujarnya optimis.

Tim penggagas juga melibatkan unsur masyarakat mulai dari kader PKK, Posyandu, penyuluh KB, hingga keluarga yang menjadi sasaran utama. Tahapan kerja sudah disepakati: mulai survei lokasi, pembuatan kolam, pelatihan teknis, hingga pendampingan jangka panjang.

Sebuah bukti nyata bahwa ilmu pengetahuan jika disatukan dengan kepedulian, akan melahirkan solusi yang menyehatkan, menyejahterakan, dan membawa perubahan besar.

 
Reporter : Rudi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *