RSUD Abundjani Bangko Cairkan Gaji P3K Paruh Waktu, Minta Bupati Segera Lantik Direktur Definitif

JAMBI853 Dilihat

MERANGIN (JAMBI), oganpost.com – Kabar gembira datang bagi para tenaga kesehatan pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu (P3K PW) di RSUD Abundjani Bangko. Masalah keterlambatan pembayaran gaji yang sempat menjadi sorotan dan viral di masyarakat akhirnya menemukan titik terang. Mulai hari ini, gaji mereka akan segera dicairkan.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Abundjani Bangko yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merangin, dr. Irwan Kurniawan, saat ditemui awak media, Jumat (22/5/2026).

Menurut penjelasan Irwan, kendala pembayaran selama ini terjadi karena belum ditemukannya surat perjanjian yang telah ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan pada akhir tahun 2025 lalu. Dalam dokumen tersebut, secara jelas mengatur bahwa pembayaran gaji pegawai P3K PW dapat dibayarkan menggunakan anggaran Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) milik rumah sakit.

“Selama ini kami belum mengetahui adanya surat perjanjian tersebut. Namun setelah dokumen itu kami temukan, maka jalan hukum sudah terbuka. Mulai hari ini kami akan segera mencairkan tunggakan gaji P3K PW yang tertunda,” ujar Irwan.

Ia menambahkan, mekanisme pembayaran ini tetap mengacu pada aturan dan regulasi yang berlaku, mengingat dana BLUD rumah sakit fluktuatif dan tidak selalu tersedia cukup setiap bulannya. Dasar pembayarannya pun bersumber dari klaim pelayanan BPJS Kesehatan.

“Pembayaran ini didasarkan pada klaim BPJS. Khusus bulan Januari lalu sudah kami bayarkan, sedangkan tunggakan bulan Februari hingga Mei ini akan segera diselesaikan sesuai dengan proses klaim yang ada,” tegasnya.

Selain soal penyelesaian hak keuangan tenaga kesehatan, dr. Irwan Kurniawan juga menyampaikan harapannya kepada Bupati Merangin. Ia meminta agar segera dilantik atau ditetapkan Direktur tetap untuk RSUD Abundjani Bangko. Saat ini, dirinya merangkap jabatan sebagai Kepala Dinas Kesehatan sekaligus Plt Direktur RSUD.

“Saya bukan tidak mampu atau tidak sanggup menjalankan tugas ini. Namun rumah sakit adalah unit pelayanan yang harus ada pemimpin yang siap siaga penuh. Jika saya memegang dua jabatan sekaligus, dikhawatirkan akan mengganggu kinerja pelayanan di rumah sakit maupun di dinas kesehatan,” ungkap Irwan.

Ia berharap penempatan pimpinan definitif dapat segera terlaksana agar pelayanan kesehatan di RSUD Abundjani Bangko semakin optimal dan profesional, di samping masalah kesejahteraan tenaga kesehatan yang kini mulai dituntaskan.

LAPORAN : RUDI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *