Asia MX – Bupati Kerinci Cup 2026 Berujung Kontroversi: Hadiah Tak Sesuai Janji, Biaya Toilet Jadi Sorotan

JAMBI198 Dilihat

KERINCI (JAMBI), oganpost.com – Ajang balap motor bergengsi Asia MX – Bupati Kerinci Cup 2026 yang digelar Minggu (31/5/2026) di Sirkuit Pro Lahar Dingin, Sungai Rumpun, Kecamatan Kayu Aro, justru memicu gelombang kritik dari peserta maupun penonton. Alih-alih meninggalkan kesan positif, acara yang dipromotori Adi Purnomo, SE., MM., anggota DPRD Kabupaten Kerinci ini malah menjadi perbincangan hangat karena sejumlah masalah, mulai dari fasilitas hingga janji hadiah yang tak terpenuhi.

Sejak pagi, keluhan sudah bermunculan dari pengunjung. Salah satu yang paling banyak disorot adalah biaya penggunaan toilet yang ditetapkan sebesar Rp10.000 per orang. Angka ini dinilai sangat tinggi dan tidak wajar untuk acara terbuka, apalagi fasilitas yang disediakan pun dianggap tidak layak sebanding dengan tarif yang dibayarkan. Banyak penonton merasa keberatan dan kecewa atas kebijakan tersebut.

Polemik semakin membesar setelah perlombaan selesai, saat para pembalap mulai mempertanyakan realisasi hadiah yang dijanjikan panitia. Sorotan publik memuncak ketika Juara Umum, M Athar Alghifari, menyampaikan kekecewaannya lewat siaran langsung di media sosial. Dalam tayangan tersebut, Athar memperlihatkan hadiah yang ia terima dan mengaku bingung. Pasalnya, ia hanya menerima tulisan berupa nilai 3.000 Dolar AS, sedangkan hadiah utama berupa mobil yang sempat dijanjikan dan disosialisasikan sebelumnya sama sekali tidak diperlihatkan atau diserahkan.

“Saya bingung, ini yang dikatakan hadiah utama mobil, tapi kok yang ada cuma tulisan angka 3.000 dolar saja? Mobilnya mana? Kami datang berjuang keras, tapi apa yang dijanjikan tidak ada,” ujar Athar di hadapan ribuan pengikutnya, yang kemudian menyebar luas dan menjadi viral di media sosial.

Keterangan itu langsung memicu reaksi keras dari komunitas balap dan masyarakat. Banyak yang menilai penyelenggaraan acara ini tidak transparan dan mengecewakan, padahal digadang-gadang sebagai ajang tingkat Asia yang membanggakan nama daerah. Hingga berita ini diturunkan, pihak panitia maupun promotor belum memberikan tanggapan atau klarifikasi resmi terkait keluhan biaya toilet dan ketidaksesuaian hadiah tersebut.

Warga dan peserta berharap adanya penjelasan yang jelas dan penyelesaian masalah ini, agar nama baik Kerinci tidak tercoreng dan kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan acara olahraga di daerah tetap terjaga. 

Laporan : Rudy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *