MERANGIN, ogapost.com – Proses penempatan kepala sekolah di Merangin kembali menunjukkan kemajuan sistem yang lebih transparan. Bupati M. Syukur secara langsung mengantar Salabiyah, mantan Kepala Sekolah di Sungai Manau, menempati tugas barunya sebagai Kepala SDN 135/VI Pulau Raman, Kecamatan Muara Siau, Senin (15/06/2026).
Awalnya Salabiyah sempat mengajukan keberatan, mengingat jarak tempuh yang jauh dan belum memahami alur aturan terbaru. Namun setelah mendapat penjelasan langsung dari Bupati dan Dinas Pendidikan, ia pun membuka hati dan menerima amanah dengan lapang dada.
Bupati M. Syukur menegaskan bahwa kini seluruh penempatan guru dan kepala sekolah sudah berjalan lewat sistem digital terpadu, yang terhubung langsung dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) serta Kementerian Pendidikan. Artinya, tidak ada lagi ruang untuk campur tangan pribadi atau pertimbangan sepihak.
“Sistemnya sudah baku, tidak bisa diubah sesuka hati. Seringkali orang hanya merasa kasihan karena tempat tugas jauh, tapi lupa: justru anak-anak di pedalaman yang paling butuh perhatian. Banyak sekolah di pelosok kekurangan tenaga pendidik, bahkan belum ada kepala sekolahnya. Itu yang seharusnya kita sayangi,” tegas Bupati dengan nada tegas namun penuh makna.
Ia menambahkan, mutasi bukan hukuman, melainkan bentuk pemerataan kualitas pendidikan agar anak-anak di seluruh penjuru Merangin mendapatkan hak belajar yang setara.
Sementara itu, Salabiyah mengaku paham sepenuhnya setelah mendengar penjelasan lengkap. “Terima kasih atas arahan Bapak Bupati. Awalnya saya belum mengerti, tapi setelah dijelaskan aturannya, saya sadar sebagai PNS wajib menjalankan tugas di mana pun ditempatkan. Insya Allah saya akan berusaha semaksimal mungkin mengemban amanah ini,” ujarnya tulus.
Kedatangan Salabiyah disambut hangat oleh warga dan guru di sekolah baru. Momen ini menjadi bukti bahwa dengan komunikasi yang baik dan sistem yang jelas, setiap dinamika penugasan dapat diselesaikan dengan damai demi kemajuan pendidikan Merangin.( Rudi )








