LUWU UTARA (SULSEL), Oganpost.com – Setiap 1 Juni, Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Bagi dunia pendidikan, momen ini bukan sekadar seremonial. Pancasila adalah kompas moral yang harus hidup di ruang kelas.
Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Sabbang Selatan, Kabupaten Luwu Utara (Lutra), Sulawesi Selatan (Suslel), Jusman S.Pd, M.Pd menegaskan bahwa, guru memiliki peran strategis menjaga nilai-nilai Pancasila agar tidak berhenti di hafalan.
“Hari Lahir Pancasila mengingatkan kita bahwa, pendidikan bukan hanya soal angka dan ijazah. Guru harus jadi teladan sila pertama sampai kelima. Dari Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, sampai Keadilan Sosial. Kalau guru bergaul dengan aturan yang jelas dan teladan yang benar, maka Pancasila akan tumbuh di hati siswa,” sebutnya pada media ini, Selasa 1 Juni 2026 usai upacara di Masamba.
Bagi PGRI, makna 1 Juni adalah panggilan untuk kembali ke jati diri bangsa. Di tengah dinamika pendidikan, Pancasila jadi fondasi agar siswa tumbuh cerdas, berakhlak, dan cinta Tanah Air.
“Selamat Hari Lahir Pancasila. Mari kita wujudkan pengabdian, wibawa, dan integritas guru untuk Indonesia yang bersatu,” jelas Jusman.
Laporan : Ega/Yustus












