Langkah Nyata Sayang Anak! DPPKB Merangin Beri TAMASYA Pada Pengurus TPA

JAMBI191 Dilihat

MERANGIN (JAMBI), oganpost.com – Sebagai upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (BKKBN) melalui DPPKB Merangin menggelar kegiatan orientasi dan sosialisasi Taman Asih Sayang Anak (Tamasya) bagi pengurus tempat penitipan anak (TPA) dalam upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting Merangin tahun 2026 di Aula Dinas Pendidikan Kebudayaan (Dikbud) Merangin, Sabtu, (06/06/2026).

Hadir dalam kesempatan itu, Ketua TP-PKK Kabupaten Merangin Lavita Mudahar Syukur, Ketua DWP Merangin Sri Rezeki Kurniati Zulhifni, Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Propinsi Jambi, dr.Alfi Yusminanda, Kepala DPPKB Merangin drg.H.Sony Propesma,.M.Ph, Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Merangin atau yang mewakili, Kepala Dinas Kominfo Merangin Atau Yang Mewakili, Kepala Dinas P2PA yang mewakili, Ketua Pokja PAUD Merangin, Sri Rezeki Kurniati, Ketua Pokja II TP-PKK, Impaundi, IGTKI, dan tamu undangan lainnya.

Kepala DPPKB Merangin drg.H.Sony Propesma,.M.Ph dalam sambutannya mengatakan, pembangunan sumber daya manusia merupakan investasi jangka panjang yang sangat menentukan kemajuan suatu daerah. Dimana, salah satu tantangan yang masih menjadi perhatian bersama adalah masalah stunting yang berdampak pada kualitas kesehatan, kecerdasan, produktifitas, dan daya saing generasi masa depan.

“Upaya pencegahan stunting tidak hanya dimulai dari pemenuhan gizi, tetapi juga memerlukan pola pengasuhan yang baik, lingkungan yang aman, serra stimulasi, tumbuh kembang yang tepat sejak usia dini. Oleh karena itu, peran keluarga, masyarakat, dan lembaga pengasuhan anak menjadi sangat penting dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal,”katanya.

Masih dikatakan drg.Sony melalui program taman asuh anak (Tamasya) pemerintah berupaya menghadirkan layanan pengasuhan anak yang berkualitas, aman, ramah anak, serta mendukung pemenuhan hak-hak anak.

“Program ini merupakan salah satu program Quic Win kementerian kependudukan dan pembangunan keluarga yang bertujuan memberikan dukungan kepada keluarga, khususnya orang tua yang bekerja agar ajak tetap memperoleh pengasuhan yang baik dan berkualitas,”terangnya.

Melalui program itu lanjut drg.Sony, ia berharap dapat menjadi sarana untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kapasitas para pengurus tempat penitipan anak dalam mengelola layanan pengasuhan yang memenuhi standar keamanan, kesehatan, pendidikan, dan perlindungan anak.

“Keberhasilan program tamasya tidak dapat dipai oleh satu pihak saja. Artinya, diperlukan kolaborasi dan sinergi seluruh pemangku kepentingan mulai dari pemerintah daerah, organisasi perempuan, lembaga pendidikan anak usia dini, tenaga kesehatan, pengelola TPA, hingga masyarakat secara luas. Dan kami mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh,”tuturnya.

“Semoga melalui kegiatan ini kita dapat memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan pengasuhan yang berkualitas, dan mendukung tumbuh kembang anak yang optimal, serta mempercepat terwujudnya Merangin yang bebas stunting dan memiliki generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,”pungkasnya.

Reporter : Rudi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *