Mts Darul Mu”alla Kabupaten Merangin Ajak Generasi Muda Jadikan Pancasila Pedoman Hadapi Tantangan Era Modern

JAMBI166 Dilihat

MERANGIN (JAMBI), oganpost.com – Guru Mts Darul Mu’alla Kabupaten Merangin Propinsi Jambi , Suparmi,S.Pd, mengajak seluruh generasi muda di daerah ini untuk menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman hidup utama dalam menghadapi berbagai tantangan zaman yang kian kompleks. Ajakan itu disampaikannya saat diwawancarai di Merangin , Senin (1 Juni 2026), bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila.

Menurut Parmi, momen peringatan Hari Lahir Pancasila tidak boleh hanya berhenti sebagai seremonial belaka. Ia menekankan bahwa hari bersejarah ini harus dimaknai sebagai waktu yang tepat untuk memperkuat semangat persatuan, menjaga sikap toleransi, serta menumbuhkan rasa cinta tanah air dalam setiap aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Pancasila bukan sekadar dasar negara atau dokumen sejarah yang kita peringati setiap tahun. Pancasila adalah ideologi yang harus terus dihayati, dipahami, dan diamalkan dalam perilaku sehari-hari masyarakat, terutama oleh generasi muda yang akan menjadi penentu masa depan bangsa ini,” tegas Parmi

Ia menambahkan, peringatan ini harus menjadi momen refleksi bagi seluruh putra-putri bangsa, khususnya pemuda Kabupaten Merangin, untuk menyadari bahwa keberagaman yang dimiliki wilayah ini adalah kekuatan terbesar. “Pancasila mengajarkan kita hidup dalam persaudaraan, saling menghargai perbedaan, dan bekerja sama demi kemajuan daerah maupun kemajuan bangsa Indonesia secara utuh,” ujarnya.

Di hadapan kemajuan zaman, Parni mengakui tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini jauh berbeda dibandingkan masa lalu. Arus deras globalisasi, perkembangan teknologi informasi, serta penyebaran informasi yang sangat cepat melalui media sosial menuntut pemuda memiliki kemampuan berpikir kritis yang tinggi. Hal ini penting agar mereka tidak mudah terpengaruh oleh berita bohong, informasi menyesatkan, atau paham yang bertentangan dengan jati diri bangsa.

Dalam pandangannya, nilai-nilai luhur seperti toleransi, gotong royong, keadilan sosial, serta penghormatan terhadap harkat dan martabat manusia harus tetap dijaga ketat dan dipraktikkan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Di era digital seperti sekarang ini, generasi muda harus berperan sebagai agen persatuan, bukan penyebar kebencian. Gunakan media sosial untuk menyebarkan hal-hal positif, mempererat tali persaudaraan, dan mempromosikan potensi daerah kita. Jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu yang hanya bertujuan memecah belah persatuan kita,” pesannya.

Lebih jauh, Parmi mengingatkan agar pemuda terus meningkatkan kapasitas diri melalui pendidikan, penguasaan teknologi, inovasi, dan kreativitas. Tujuannya agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global, namun tanpa pernah kehilangan jati diri dan identitas sebagai putra bangsa Indonesia.

“Kita membutuhkan generasi muda yang cerdas, berkarakter, berintegritas, dan tetap berpegang teguh pada nilai Pancasila. Kemajuan teknologi harus dimanfaatkan untuk menciptakan karya dan prestasi, bukan untuk hal-hal yang merusak masa depan sendiri maupun orang lain,” tegasnya.

Ia berharap, peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 ini mampu menumbuhkan kesadaran bersama agar nilai-nilai Pancasila benar-benar diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya menjadi hafalan semata.

“Apabila generasi muda Merangin mampu menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup, saya yakin mereka akan menjadi kekuatan besar yang membangun Merangin menjadi daerah yang maju, damai, dan sejahtera, serta sekaligus turut menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tandas Parmi. 

Laporan : Rudy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *