Polemik Pelantikan Kepsek Merangin Berakhir Damai, Semua Pihak Sepakat Fokus Majukan Pendidikan

JAMBI149 Dilihat

MERANGIN, oganpost.com – Setelah sempat menjadi perbincangan hangat publik, dinamika seputar proses pelantikan dan penempatan kepala sekolah di Kabupaten Merangin akhirnya menemukan titik terang. Melalui komunikasi terbuka dan sikap saling memahami, persoalan ini diselesaikan dengan kepala dingin, tanpa perselisihan yang berkepanjangan.

Kondisi kondusif ini terlihat jelas saat Kamis (11/06/2026), di mana sejumlah kepala sekolah mendatangi kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk bertemu langsung dengan Kepala Dinas, Dr. Misrinadi. Kedatangan mereka bukan untuk menolak kebijakan, melainkan mencari solusi terbaik terkait penugasan dan hak kepegawaian pasca perubahan jabatan.

Dr. Misrinadi menyatakan pihaknya bergerak cepat menjawab kegelisahan rekan-rekan pendidik. Bagi mereka yang memilih mengundurkan diri dan kembali bertugas sebagai guru, dinas memastikan haknya tetap terjaga.

“Kami fasilitasi penuh pemenuhan jam mengajar agar tugas profesional mereka tetap berjalan sesuai aturan. Tidak ada yang terabaikan, semuanya kami atur agar proses belajar mengajar di sekolah tidak terganggu,” tegasnya pada Sabtu (13/06/2026).

Ia menambahkan, suasana pertemuan berlangsung akrab dan kekeluargaan. “Insya Allah sudah jelas dan tidak ada masalah lagi. Ada yang menerima pemindahan tugas, ada pula yang kembali menjadi guru. Intinya, semua kebutuhan tugas dan administrasinya kami penuhi sesuai regulasi,” imbuhnya.

Sementara itu, koordinator rombongan, Amplo Pidia, menegaskan bahwa kedatangan dirinya bersama 16 rekan lainnya murni atas kehendak sendiri, tanpa tekanan dari pihak mana pun.

“Kami hanya ingin memastikan ada solusi jelas soal jam mengajar bagi yang kembali bertugas sebagai guru. Alhamdulillah, Pak Kadis menyetujuinya dan siap memfasilitasi,” jelasnya.

Amplo juga meluruskan isu yang sempat viral di media sosial. “Kami tegaskan: tidak ada transaksi uang dalam proses pelantikan ini. Kami yang hadir tidak pernah diminta membayar sepeser pun. Jika ada oknum lain yang melakukan hal demikian, itu di luar pengetahuan dan tanggung jawab kami,” ujarnya tegas.

Dengan selesainya momen ini, seluruh pihak sepakat menutup lembaran lama dan membuka lembaran baru. Dinas Pendidikan berharap dinamika ini menjadi pelajaran berharga untuk mempererat komunikasi ke depan. Semua tenaga pendidik kini dipersilakan kembali fokus mengabdi, mencetak generasi berilmu dan berkarakter demi kemajuan pendidikan Merangin.(Rudi )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *