Diduga Lalai Awasi Siswa, Siswa SMPN 22 Tebo Jadi Korban Pengeroyokan 9 Kakak Kelas

JAMBI178 Dilihat

JAMBI, oganpost.com — Dunia pendidikan kembali digemparkan kasus dugaan kekerasan di lingkungan sekolah. Seorang siswa berinisial MO (14 tahun), warga Kabupaten Tebo dan siswa SMP Negeri 22, menjadi korban pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh sembilan orang kakak kelasnya.

Insiden naas itu terjadi pada Rabu, 13 Mei 2026, berlangsung di area dalam lingkungan sekolah saat jam kegiatan berlangsung. Berdasarkan keterangan awal, korban dipukul dan ditendang secara beramai-ramai hingga mengalami luka memar di sejumlah bagian tubuh.

Kronologi Singkat

Peristiwa berawal saat korban sedang berada di lingkungan sekolah. Tanpa diduga, ia didekati kelompok siswa yang lebih senior. Dalam sekejap, kesembilan pelaku langsung melakukan kekerasan fisik secara bersama-sama. Korban sempat berusaha menghindar namun kalah jumlah, hingga akhirnya warga sekolah melerai dan memisahkan mereka.

Akibat peristiwa itu, MO harus mendapatkan penanganan medis. Pihak keluarga pun menyayangkan kejadian itu, mengingat sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk belajar.

Pihak sekolah telah menerima laporan dan mulai melakukan pendataan terhadap kesembilan siswa yang diduga menjadi pelaku. Kasus ini juga akan dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan serta kepolisian setempat untuk ditindaklanjuti sesuai aturan berlaku.

Pihak sekolah berjanji menangani kasus ini secara adil, mendalami motif kejadian, serta memastikan tidak ada lagi kekerasan serupa terulang. Pihak kepolisian juga bersiap menerima laporan resmi untuk proses hukum lebih lanjut.

Sorotan: Kekerasan antarsiswa harus diberantas demi masa depan pendidikan yang aman dan bermartabat.(Rudi )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *