Tari Pajjaga Baine Dipromosikan Luwu di Ajang Budaya Pagellu Toraya

SULAWESI SELATAN399 Dilihat

SULSEL, oganpost.com – Pemerintah Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel) ambil bagian dalam ajang budaya nasional Toraya Ma’gellu’ 2026 yang berlangsung di Art Center, Alun-alun Kota Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, Jumat dan Sabtu 19–20 Juni 2026.

Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sekaligus melestarikan kekayaan seni dan budaya daerah di tingkat nasional.

Kegiatan yang masuk dalam rangkaian Karisma Event Nusantara (KEN) 2026, digelar oleh Pemerintah Kabupaten Toraja Utara (Torut) bersama Masyarakat Sadar Wisata (MASATA) DPC Toraja Utara dengan menghadirkan berbagai pertunjukan seni tari nusantara dari sejumlah daerah di Indonesia.

Mengusung tema “Harmoni dalam Gerak”, Toraya Ma’gellu’ 2026 menjadi ruang ekspresi bagi para seniman, komunitas budaya, dan generasi muda untuk memperkuat kolaborasi melalui seni tari.

Tema ini mencerminkan pentingnya menjaga keselarasan antara tradisi dan perkembangan zaman, sekaligus mempererat hubungan antargenerasi dan komunitas budaya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Luwu, Mulianto Taro, mengatakan Kabupaten Luwu menampilkan Tari Pajjaga Baine yang dibawakan oleh Sanggar Seni Luwu JENG’S ART, binaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Luwu.

Menurutnya, Tari Pajjaga Baine merupakan salah satu tarian khas Luwu yang sarat makna sejarah dan nilai budaya.

“Tari Pajjaga Baine menggambarkan sosok prajurit perempuan yang terinspirasi dari pengawal wanita pada masa kerajaan. Tarian ini memadukan keberanian dan ketangkasan seorang ksatria dengan kelembutan dan keanggunan perempuan,” ujar Mulianto.

Ia menjelaskan, kata Pajjaga dalam bahasa Luwu berarti pengawal, prajurit, atau ksatria, sedangkan Baine berarti perempuan. Melalui gerakan yang dinamis dan penuh semangat, tarian tersebut menggambarkan karakter perempuan tangguh yang tetap menjunjung nilai-nilai kelembutan.

Keikutsertaan Kabupaten Luwu dalam Toraya Ma’gellu’ 2026 diharapkan dapat memperluas promosi budaya daerah serta memperkuat hubungan budaya antardaerah di Sulawesi Selatan.

Selain menjadi ajang pelestarian budaya, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkenalkan identitas dan kekayaan seni Kabupaten Luwu kepada masyarakat yang lebih luas, termasuk wisatawan dan pelaku seni dari berbagai daerah di Indonesia.

Sekadar diketahui bahwa, hadir dalam ajang tersebut Kurniah Patahudding Ketua TP PKK Luwu, Nilasari Devy Bijak Ketua Dharma Wanita Persatuan, Rafika Liakat Rudi Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Sartian Sunjao bersama jajaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Luwu.

Laporan : Ega/Yustus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed