TORAJA UTARA, oganpost.com – Pemerintah Kabupaten Toraja Utara (Torut), Sulawesi Selatan (Sulsel) menunjukkan kepeduliannya terhadap kesehatan masyarakat dengan menggelar bakti sosial operasi bibir sumbing dan celah langit-langit gratis di RSUD Pongtiku Torut, Sabtu hingga Minggu (27-28 Juni 2026).
Program kemanusiaan tersebut terlaksana berkat kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Toraja Utara dalam hal ini Penggerak PKK Sulsel dan Torut, RSUD Pongtiku dan Rumah Sakit Gigi dan Mulut Makassar.
Kegiatan ini bertujuan membantu anak-anak penyandang bibir sumbing memperoleh penanganan medis yang layak sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup dan rasa percaya diri mereka.
Bupati Toraja Utara, Frederik Viktor Palimbong mengatakan pada m3dua ini bahwa, operasi bibir sumbing bukan hanya sebatas tindakan medis, tetapi juga menjadi langkah penting dalam memberikan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak di Bumi Pong Tiku julukan Toraja Utara.
Menurutnya, kondisi bibir sumbing kerap memengaruhi kepercayaan diri anak saat berinteraksi dengan lingkungan maupun ketika mengikuti kegiatan belajar di sekolah.
“Melalui operasi rekonstruksi ini, pemerintah berharap 26 anak-anak dapat tumbuh dengan sehat, kembali tersenyum lebar, dan memiliki rasa percaya diri yang tinggi untuk mengejar cita-cita mereka di masa depan,” sebutnya.
Ia menjelaskan bahwa, seluruh proses operasi dilakukan dengan standar medis yang tinggi untuk menjamin keselamatan dan keberhasilan tindakan.
Hingga hari pertama pelaksanaan, sekitar 26 anak telah terdaftar sebagai peserta program operasi gratis tersebut. Mayoritas berasal dari berbagai desa di Kabupaten Torut, sementara beberapa pasien lainnya datang dari luar daerah untuk mendapatkan layanan kesehatan ini.
Salah satu orang tua peserta mengaku sangat bersyukur atas terselenggaranya program tersebut.
Dengan penuh haru, ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Torut, RSUD Pongtiku dan RS Gigi dan Mulut Makassar, serta seluruh tenaga medis yang telah memberikan kesempatan bagi anaknya untuk menjalani operasi tanpa dipungut biaya.
Menurutnya, program ini menjadi berkah besar bagi keluarga mereka karena memberikan harapan agar sang anak dapat menjalani kehidupan dengan lebih percaya diri dan memiliki masa depan yang lebih baik.
Melalui kegiatan bakti sosial ini, Pemerintah Kabupaten Torut dan TP PKK berharap semakin banyak anak penyandang bibir sumbing memperoleh akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas. Selain memulihkan kondisi fisik, operasi rekonstruksi tersebut juga diharapkan mampu mengembalikan senyum, semangat, dan kepercayaan diri anak-anak dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
***Ega/Yustus








