Turunnya Roh Kudus ke Murid Yesus Saat Ini

Oleh: Yustus Bunga, SP

SULAWESI SELATAN468 Dilihat

OPINI – SULSEL, oganpost.com – Kabar keselamatan kepada semua orang dan Gereja tidak dipanggil untuk diam di tempat, tetapi untuk bergerak, menjangkau, dan membagikan kasih Yesus ke seluruh dunia.

Relevansi Pentakosta atau Turunnya Roh Kudus di masa kini kepada yang mempercayai Yesus. Hari Pentakosta tetap memiliki makna penting dalam kehidupan gereja masa kini. Perayaan ini bukan hanya mengenang sejarah, tetapi juga menjadi momen untuk memperbarui komitmen dalam mengikuti tuntunan Roh Kudus.

Gereja didorong untuk hidup dalam kuasa, hikmat, dan kasih yang berasal dari Roh Kudus, serta melanjutkan misi Yesus Kristus di dunia yang terus berubah.

Turunnya Roh Kudus mengajak umat Kristiani untuk menjadi gereja yang dinamis, bersatu, dan penuh kasih dalam melayani sesama. Roh Kudus tetap menjadi sumber kekuatan bagi gereja untuk tetap relevan, kuat, dan setia di tengah berbagai tantangan zaman.

Hari Pentakosta adalah tonggak penting dalam sejarah kekristenan, menandai turunnya Roh Kudus, lahirnya gereja, dan permulaan penyebaran Injil ke seluruh dunia.

Lebih dari sekadar perayaan tahunan, Pentakosta mengingatkan gereja tentang kekuatan, kesatuan, dan misi yang dianugerahkan oleh Roh Kudus. Bagi umat Kristen masa kini, ini adalah panggilan untuk hidup dalam kuasa-Nya, melayani dengan kasih, dan terus menjadi terang bagi dunia.

Pentakosta (Pentecost)Datanglah yah Roh Kudus yang berarti ke 50 adalah hari ke 50 Hari Raya Paskah. Pada hari Pentakosta itu turunlah Roh Kudus kepada murid Yesus (Kis para rasul 2:1-3).

Sekadar diketahui bahwa, Roh Kudus dalam bahasa Yunani yakni, Parakletos dan dalam bahasa Latin (paracletus) berarti pembela atau penolong, sang penghibur yang dijanjikan oleh Yesus setelah KenaikanNya Ke Surga. Roh Kudus ini adalah sebagai kekuatan jalinan Allah Bapa dan Allah Putra.

Dimana Roh Kudus yang turun pada kita adalah berbeda-beda karunia bagi setiap insan, tapi hal tersebut menjadikan sesuatu yang memperkaya gereja.

Pertanyaan, sudahkah kita memperkaya gereja, baik secara individu ataupun bergabung dalam kelompok, terlibatlah untuk mewarnainya dengan karya Roh Kudus di jiwa kita.

Curahan Roh Kudus bukan berarti kita langsung terbebas dari segala kesulitan, saat mengalami kesukaran dalam hidup biarlah Roh Kudus berkarya dalam kita, sehingga kita tidak mengalami kebuntuan, menjadi tangguh dalam menghadapi dan mencari solusi.

Ilustrasi tentang burung gereja yang tetap tenang tanpa terganggu keramaian disekitarnya bahwa, kedamaian itu dalam diri dapat mengatasi gangguan dan keramaian dari luar dirinya.

LAPORAN : EGA/YUSTUS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *